Minggu, 20 Mei 2012

Puluhan Penelitia Asia Tenggara Ikuti Konferensi KSASA di UPH PDF Print E-mail
Di Tulis Oleh admin   
Jumat, 21 Januari 2011 15:09

TANGERANG, WARTA- Sedikitnya 66 peneliti dan akademisi dari 12 universitas di 9 negara Asia Tenggara mengikuti konferensi The 4th Biennal Korean Studies of Southeast Asia (KSASA) di Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Kamis (20/1/2011).

 

 

 

Dalam forum yang juga dihadiri President UPH Dr Gary A Miller ini, para peneliti dan akademisi membahas kolaborasi penelitian studi Korea di Asia Tenggara, Korea, dan Oseanina dalam berbagai hal mulai bahasa, politik, ekonomi, socio culture dan culture industri. Beberapa point penting hasil penelitian para peneliti UPH juga diungkapkan dalam konferensi ini, anatara lain mengenai HAKI, sosial budaya dan politik.

 

Rektor UPH, Jonathan L Parapak mengungkapkan, konferensi KSASA menjadi bagian penting bagi peneliti dan akademisi untuk melakukan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan, yang didukung dari berbagai lembaga terkait Korea.

 

“ Kami memiliki harapan besar, dengan diadakannya KSASA ini bisa mewujudkan jalinan yang baik antar universitas-universitas di Asia Pasifik, khususnya dengan pihak Korea Selatan,” kata Jonathan.

 

Vice President (Research Affairs Chulalongkorn University Thailand, Prof Kua Wongboonsin mengharapkan, agar konferensi yang sudah digelar untuk keemapt kalinya ini bisa meningkatkan riset, networking dan aktivitas lainnya untuk bekerjasama dalam penelitian yang berhubungan dengan edukasi.

 

Sementara itu Wakil Ketua Korean Research Institute (KRI), sebuah organisasi peneliti di Australia Prof. Soug-Wha Choi, menekankan, selain bisa meningkatkan kolaborasi penelitian, kedepannya KSSA juga bisa menambah anggota baru dan pembahasan mengenai program pendidikan, serta menampatkan pusat kajian Korea di Asia Tenggara. (002)

12.00 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

TANGERANG, WARTA- Sedikitnya 66 peneliti dan akademisi dari 12 universitas di 9 negara Asia tengga mengikuti konferensi The 4th Biennal Korean Studies of Southeast Asia (KSASA) di Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Kamis (20/1/2011).

Dalam forum yang juga dihadiri President UPH Dr Gary A Miller ini, para peneliti dan akademisi membahas kolaborasi penelitian studi Korea di Asia Tenggara, Korea, dan Oseanina dalam berbagai hal mulai bahasa, politik, ekonomi, socio culture dan culture industri. Beberapa point penting hasil penelitian para peneliti UPH juga diungkapkan dalam konferensi ini, anatara lain mengenai HAKI, sosial budaya dan politik.

Rektor UPH, Jonathan L Parapak mengungkapkan, konferensi KSASA menjadi bagian penting bagi peneliti dan akademisi untuk melakukan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan, yang didukung dari berbagai lembaga terkait Korea.

“ Kami memiliki harapan besar, dengan diadakannya KSASA ini bisa mewujudkan jalinan yang baik antar universitas-universitas di Asia Pasifik, khususnya dengan pihak Korea Selatan,” kata Jonathan.

Vice President (Research Affairs Chulalongkorn University Thailand, Prof Kua Wongboonsin mengharapkan, agar konferensi yang sudah digelar untuk keemapt kalinya ini bisa meningkatkan riset, networking dan aktivitas lainnya untuk bekerjasama dalam penelitian yang berhubungan dengan edukasi.

Sementara itu Wakil Ketua Korean Research Institute (KRI), sebuah organisasi peneliti di Australia Prof. Soug-Wha Choi, menekankan, selain bisa meningkatkan kolaborasi penelitian, kedepannya KSSA juga bisa menambah anggota baru dan pembahasan mengenai program pendidikan, serta menampatkan pusat kajian Korea di Asia Tenggara. (002)


Best Viewer By Firefox firefox
 


Artikel Terkait :


Banner

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.