| 24 Tim Berlaga Dalam Kompetisi Hukum Antariksa se Asia Pasifik di UPH |
|
|
|
| Di Tulis Oleh admin |
| Minggu, 05 Juni 2011 19:12 |
Karawaci, warta- Universitas Pelita Harapan menjadi tuan rumah dalam kompetisi dan konferensi internasional mengenai hukum luar angkasa tingkat Asia Pasifik.
Ini merupakan kali pertama Indonesia menjadi tuan rumah kompetisi yang sudah 11 kali digelar, dan diikuti puluhan mahasiswa hukum dari berbagai negara.
Tahun ini, kompetisi yang digelar 3-5 Juni ini mengangkay tema "2011 Asia Pacific Regional Round of Manfred Lachs Space Law Moot Court Competition".
Executive Administrators acara ini, Erlin Hermann menjelaskan, 2011 Manfred Lachs Space Law Moot Cpurt Competition, adalah kompetisi bagi mahasiswa hukum dari berbagai negara dalam bentuk simulasi peradilan hukum internasional.
" Untuk tahun ini mengangkat tema hukum luar angkasa dan lingkungan hidup," kata Erlin.
Ditambahkannya para peserta sejak enam bulan sebelumnya sudah diberikan kasus hukum luar angkasa, dimana ada dua negara yang menjalankan riset dan pengembangan ilmu biologi di Mars. Tapi karena terjadi kesalahan bagian dari pesawat antariksa tersebut jatuh ke bumi, dengan membawa partikel dari mars yang berbuntut terjadinya pencemaran lingkungan di bumi.
" Nah, disitulah terjadi perselisihan antar dua negara, siapa yang bertanggung jawab terhadap pencemaran tersebyt," jelasnya.
Karena kejadian tersebut sudah diluar bumi, maka perselisihan yang terjadi masuk dalam kasus hukum antariksa, dan penyelesaiannya dilakukan di mahkamah International karena menyangkut dua negara berbeda.
Dalam kompetisi yang diikuti 24 tim dari Indonesia, China, India, Hongkong, Jepang, Singapura dan Filipina ini, para peserta hatus melakukan analisa kasus, penerapan teori hingga pembuatan struktur argumen. Sebelum mereka dihadapkan dalam sidang di mahkamah internasional.
Dalam final yang digelar di gedung D UPH Karawaci, perwakilan dari National Law University Delhi, India dan National University of Singapore lolos ke babak final. Juri dalam kompetisi ini adalah para praktisi hukum yang pernah menangani kasus hukum internasional.
Erlin menambahkan, pemenang kompetisi ini akan diberangkatkan ke Cape Town, Afrika Selatan dan bertanding di tingkat dunia melawan pemenang regional Eropa dan Amerika Utara pada Oktober mendatang.
" Tujuan utama kompetisi ini adalah memberikan pelatihan praktek kepada mahasiswa khususnya dalam hal hukum internasional," lanjut Erlin.
Selain kompetisi, juga akan digelar konferensi hukum luar angkasa pada 6-7 Juni dengan tema " The Roll of Law in an Asian Spacw Age, Institutions and application".
Konferensi yang akan dihadiri banyak praktisi hukum internasional ini Draft Hukum Keantariksaan. Salah satu pembicara yang akan hadir adalah Bambang Setiawan Tejasukmana, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional ( LAPAN).(002/warta) |
| Artikel Terkait : |
|---|
|




Best Viewer By Firefox firefox